ASUPAN GIZI ATLET

    Kebutuhan dalam meningkatkan performen olahraga prestasi selain sangat diperlukan latihan dan bakat  juga diperlukan faktor penunjang antara lain asupan nutrisi yang optimal. Asupan nutrisi ini penting bagi atlet yang mempunyai kebutuhan energi lebih besar daripada bukan atlet, apalagi jika atlet tersebut juga masih dalam masa pertumbuhan.  Nutrisi optimal ini  mempunyai prinsip kebutuhan gizi yang lengkap dan seimbang. Berikut ini ulasan secara umum dan singkat mengenai nutrisi atlet tanpa memandang cabang olahraga (cabor) atau nomor tertentu pada cabor pada kondisi tanpa cedera.



Gizi Lengkap dan Seimbang

    Gizi lengkap berarti konsumsi makanan mengadung bahan sebagai sumber energi, sumber pembangun, dan sumber penunjang. Sumber energi utama berasal makanan yang mengandung karbohidrat (dominan), lemak, dan protein (sedikit). Sumber pembangun terutama berasal makanan yang mengandung protein. Dalam menunjang proses pembuatan energi dan proses membangun dalam tubuh diperlukan vitamin (vitamin A, B, C, D, E, dan K), mineral (a.l kalsium, yodium, kalium, natrium, magnesium, seng, besi, fosfor, dan chlor), dan serat. Contohnya vitamin C dan seng adalah koenzim yang membantu agar enzim dalam tubuh bekerja lebih optimal. Vitamin B12 dan zat besi penting dalam pematangan sel darah merah dan pembentukan hemoglobin dalam sel darah merah yang agi proses dalam tubuh sehingga tidak  terjadi kekurangan (defisiensi) ataupun kelebihan gizi. Prosentase ini tidak berbeda antara atlet dan bukan atlet yaitu karbohidrat 50 – 60%, lemak 30 – 35%, dan protein 10 -15%. Namun yang  perlu diperhatikan adalah jumlah kalori antara bukan atlet dan atlet adalah berbeda!

Kebutuhan Kalori

    Kalori yang dibutuhkan bagi orang biasa 2000 kcal (32-38 kcal/ kgBB). Sedangkan seorang atlet membutuhkan 5000 kcal (80-95 kcal/ kgBB) yang terdiri:

karbohidrat (Kh) 50 – 60% = 2500 – 3000 kcal

lemak (Lmk) 30 – 35% = 1500 – 1750 kcal

protein (Prot) 10 -15% = 500 – 750 kcal



Komentar